GBPUSD Melemah Di Tengah Kinerja Buruk Dolar AS Jelang Data Ekonomi

GBPUSD Melemah Di Tengah Kinerja Buruk Dolar AS Jelang Data Ekonomi

Diperbarui • 2023-04-21

Sentimen pasar saat ini dalam mode menghindari risiko. Pendapatan kuartalan dari sektor perbankan AS yang beragam, dimana lembaga keuangan JP Morgan Chase dan Morgan Stanley mengikuti laporan perusahaan lainnya, mengalahkan perkiraan Wall Street. Sementara Goldman Sachs melaporkan angka yang buruk.

Indeks dolar AS menunjukkan kinerja yang lesu di sekitar area 101,80, dengan investor mengalihkan fokusnya pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed), pada minggu pertama Mei. Kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) diperkirakan akan kembali dilakukan oleh ketua Fed Jerome Powell karena inflasi AS sangat menyimpang dari level yang diinginkan.

Sementara itu, setelah angka inflasi dan indeks biaya tenaga kerja yang melampaui proyeksi, pasar alihkan fokus data Penjualan Ritel Inggris. Penjualan Ritel Inggris diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 0,5% pada bulan Maret dibandingkan turun dari ekspansi sebesar 1,2% di Februari. Sedangkan penjualan tahunan diperkirakan turun menjadi 3,1% dari laju kontraksi sebelumnya sebesar 3,5%.

Reaksi Pasar

Kinerja flat hingga positif terjadi pada kontrak berjangka S&P500. Dengan pasar ekuitas AS terpukul di sesi Kamis menyebabkan pasar secara keseluruhan menghindari risiko. Namun, kehati-hatian pasar menjelang data PMI dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve menahan pergerakan dolar AS.

Tren

GBPUSD bergerak dalam rentang sempit di sekitar area 1,2440 dengan rilis data Penjualan Ritel Inggris Raya akan menjadi panduan pasar lebih lanjut.

Rencana Perdagangan

BUY GBPUSD dapat dipertimbangkan pada level 1,2445 dengan target profit pada level 1,2455/1,2470

SELL GBPUSD dapat dipertimbangkan pada level 1,2425 dengan target profit pada level 1,2415/1,2410

GBPUSD 21042023.jpg

Menyerupai

AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion
AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion

Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,

Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi
Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi

Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera